Langsung ke konten utama

FILSAFAT PENDIDIKAN SEBAGAI DASAR UNTUK PELAKSANAAN PENDIDIKAN YANG HUMANIS

MATERI 5 FILSAFAT PENDIDIKAN 


A. DEFINISI LOGIKA
Secara Etimologis logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal fikiran , kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa.dalam sejarah perkembangan logika , banyak definisi dikemukakan oleh para ahli yang seacra umum memiliki banyak persamaan. ada yang  mengatakan bahwa logika adalah ilmu dalam lingkungan filsafat yang membahas prinsip-prinsip dan hukum-hukum penalaran yang tepat.ada yang mengemukakan bahwa logika ilmu pengetahuan tetapi sekaligus juga merupakan kecakapan atau keterampilan untuk berfikir secara lurus , tepat dan teratur.

dapat disimpulkan, bahwa logika adalah suatu proses berfikir menggunakan akal dan fikiran dengan cara yang tepat dan diutarakan melalui kata dan bahasa. serta menurut beberapa ahli ada yang berpendapat bahwa logika sebagai bagian dari ilmu di ruang lingkup filsafat dan ada yang berpenddapat bahwa logika adalah bagian dari ilmu pengetahuan 

B. URGENSI BERFIKIR LOGIS 
Berfikir logis adalah berfikir sesuai dengan aturan berfikir , seperti setengah tidak boleh lebih besar daripad satu . tidak hanya de facto, menurut kenyataan nya manusia berfikir secara de jure. berfikir tidak dapat dijalankan semaunya saja, hal ini di karenakan realitas begitu banyak jenis dan macamnya, maka berfikir membutuhkan jenis-jenis pemikiran yang sesuai. 

Urgensi berfikir logis atau pentingnya berfikir logis. dalam menjalani kehidupan sehari-hari manusia di tuntut untuk senantiasa menggunakan akal fikiran dalam melakukan setiap kegiatan yang penuh dengan pemikiran dan pertimbangan.untuk itulah manusia harus berfikir secara logika yang  memiliki pola fikir yang tepat, akurat rasional, dan objektif.

Di lain pihak mempelajari logika juga dapat memberikan nilai praktis , dengan menguasai prinsip-prinsipnya, manusia akan sangat tertolong untuk menjadi lebih efektif dalam mengenal dan menghindari kesalahan bernalar yang dilakukan oleh orang lain maupun diri sendiri 

dapat disimpulkan berfikir logis adalah berfikir yang harus mengikuti aturan berfikir tidak boleh semau manusia saja. urgensi atau pentingnya berfikir secara logis adalah dapat membantu manusia untuk mempunyai pola fikir yang tepat, akurat, rasional dan objektif yang mana semua pola fikir tersebut terdapat dalam logika.dan dengan berfikir logis manusia bisa meminimalisir tingkat kesalahan berfikir atau bernalar 

C. MEKANISME BERFIKIR LOGIS 
Dalam mempelajari logika, manusia tidak bisa lepas dari penalaran. penalaran adalah penarikan kesimpulan dalam sebuah argumen. banyak pula yang mengartikan bahwa penalaran sebagai antara dua hal atau lebih berdasarkan sifat-sifat tertentu yang sudah diakui kebenarannya dengan menggunakan cara-cara tertentu hingga mencapai suatu kesimpulan. mekanisme atau cara berfikir logis ada dua , yakni cara induktif adalah cara penarikan kesimpulan dari kasus individual nyata menjadi kesimpulan yangbersifat umum rasional. cara yang kedua adalah cara deduktif, yakni penarikan kesimpulan dari hal-hal yang bersifat umum rasional menjadi kasus yang bersifat khusus sesuai fakta di lapangan

Jadi mekanisme berfikir logis atau cara berfikir logis saling berkaitan dengan penalaran atau penarikankesimpulan. ada dua cara penarikan kesimpulan dalam berfikir logis. dua cara itu  yakni induktif dengan cara penarikan kesimpulan dari khusus di jabarkan menjadi umum dan yang kedua deduktif yakni penarikan kesimpulan dari umum ke khusus. 

D. LOGICAL FALLACY 
Logical Fallacy berasal dari Yunani kuno. pada dasarnya logical fallacy adalah semacam kelemahan atau kekurangan logika atau jelasnya adalah kesalahan dalam berfikir. pada Indonesia terdapat 5 logical fallacy yang sering kali terjadi. 
  • Appeal to Belief
    merupakan logical fallacy dimana argumen untuk mendukung atau menolak sesuatu didasarkan pada kepercayaan personalnya,yang mana hal ini akan menjadi sangat subjektif. kepercayaan disini bisa berbentuk suatu hal tanpa syarat maupun doktrin agama . 
  • Argument from Adverse Consequences
    merupakan logical fallacy dimana seseorang merasa bahwa dirinya harus benar dalam perdebatan karena apabila ia tidak benar,maka hal-hal ( yang ia percaya ) tidak baik akan menjadi konsekuensinya . oleh karena itu , lawan debat harus berada di posisi salah menurut standar yang dia pakai. padahal terkadang , standar ini sangat lah relatif kebenarannya dan tidak dapat digeneralisasikan
  • Bandwagon Fallacy
    adalah ketika seseorang mendasarkan argumen pada arus mayoritas pendapat yang ada.jenis ini seringkali dijumpai di masyarakat indonesia karena terkadang suatu fenomena telah mendapatkan label kebenaran tersendiri yang diterima secara luas meskipun kebenran tersebut belum di konfirmaasi validitasnya.
  • Genetic Fallacy
    terjadi apabila seseorang mendasarkan argumen mereka pada asal usul dari hal yang di perdebatkan.sekali lagi, titik kesalahan dari cara berfikir ini adalah mengambil generalisasi dari satu hal dan menggunakannya untuk menganalisa hal yang lain dimana seringkali tidak relevan atau berkorelasi.
  • Ad Hominem
    orang yang menngunakan logical fallacy Ad Hominem akan menyerang individu daripada argumen yang seharusnya diperdebatkan.dalam masyarakat yang komunal seperti masyarakat indoensia ,judge , stereotype serta stigma terhadap seseorang masih sangat kuat. pada keadaan yang seperti ini, seringkali poin dari suatu perdebatan tidak berakar pada argumen yang empiris melainkan lebih pada serangan terhadap individu tertentu 
Jadi dapat di simpulkan, bahwa Logical Fallacy adalah suatu bentuk kesalahan dalam berfikir yang di akibatkan karena lemahnya logika yang dimiliki. di Indonesia ada 5 logical Fallacy yang paling umum di temui. yakni,  pemikiran untuk menolak argumen  yang berdasarkan dan sangat terfokus pada suatu hal tertentu tanpa syarat atau doktrin agama yang terlalu kuat. yang kedua,dalam suatu perdebatan seseorang tersebut harus dinyatakan benar dan tidak ingin di salahkan dan lawan debatnya harus salah dan di hukum berat sesuai hal-hal yang ia percayai. yang ketiga, yakni mengikuti argumen atau pendapat yang banyak pengikutnya tanpa tahu sebenarnya yang terjadi karena orang yang memiliki logical fallacy seperti ini meyakini bahawa jika banyak orang percaya maka itu adalah sesuatu hal yang benar tanpa ia perlu menelusuri kebenaran nya terlebih dahulu. yang ke empat, yakni kesalahan berfikir berbentuk menyudutkan orang-orang atau kelompok tertentu dan menggabungkan masalah yang berbeda antara masalah yang satu dan masalah yang lain menjadi satu masalah yang sama. sehingga men judge bahawa kelompok tertentu tersebut salah dengan mekihat kesalahan yang lampau. dan yang kelima adalah kesalahan berfikir yang tidak memperdulikan argumen dalam perdebatan melainkan langsung menyalahkan dan menyerang

SUMBER 

Orientasi ke Arah Pemahaman Filsafat ILmu . Mukhtar Latif. Jakarta. Prenadamedia Group . 2014 

5 Logical Fallacy yang paling sering digunakan orang indonesia . Yoga Nugroho . Hipwee Community. hipwee.com

Komentar

  1. Coba anda jrlaskan bagaimana cara mengatasi logicall fallacy pada diri seseorang? Menurut pemdapat anda sendiri!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baiklah, logical fallacy adalah kesalahan dalam berfikir atau kurangnya logika. Jadi, untuk mengatasi logical fallacy ini adalah dengan menanamkan kepada individu tentang pentingnya berfikir logis yakni berfikir secara tepat dan sesuai dengan cara berfikir seharusnya

      Hapus
  2. Coba jelaskan apakah kaitan antara logika dan filsafat?

    BalasHapus
  3. Sama sama bersumber dari filsafat ilmu. Karena logika berdasarkan akal fikiran dan kemudian ilmu merupakan bagian dari filsafat yakni filsafat ilmu

    BalasHapus

Posting Komentar