Langsung ke konten utama

HAKIKAT KURIKULUM DAN DIMENSI KURIKULUM PAUD

MATERI 1 KURIKULUM

  • KARAKTERISTIK PAUD 
sesuai dengan karakteristik dan cara belajar anak, secara umum  program PAUD memiliki Enam  karakteristik.

  • Relatif tidak terstruktur , program PAUD perlu dirancang dan disajikan secara tidak kaku, tetapi sifatnya lebih informal sebagai kegiatan keseharian.cara demikian dilakukan untuk meengakomodasi kebutuhan dan karakteristik perkembangan anak yang umumnya masih bersifat spoontan,memiliki masa pemusatan perhatian yang pendek, serta untuk menciptakkan suasana pendidikan yang lebih alami dan menyenangkan 
Jadi, relatif disini maksudnya adalah tidak harus dilakukan menurut aturan yang baku karena cara berfikir anak dan perkembangannya masih bersifat secara tiba-tiba . dan tidak terstruktur maksudnya adalah tidak harus tersusun dan dengan waktu yang telahh di tentukan , tetapi anak bisa saja belajar kapan saja sesuai dengan keinginan anak.kenapa pembelajaran anak usia dini bersifat relatif dan tidak terstruktur atau tersusun karena anak usia dini membutuhkan keadaan belajar yang mengalir begitu saja tanpa ada aturan yang mengekang anak dan tentu bisa membuat anak nyaman dan senang
  • Terintegrasi, program PAUD disajikan sebagai suatu aktivitas pembelajaran yang terpadu , tidak dipilah-pilah dalam bentuk mata pelajaran. cara ini dilakukan untuk memenuhi prinsip holistik dan interasi yang menghendaki agar PAUD benar-benar memfasilitasi seluruh aspek perkembangan anak secara utuh 
Terintegrasi adalah dimana proses pembelejaran anak usia dini sesuai dengan sistem belajar anak, yakni sistem belajar terpadu. dimana pembelajaran terpadu adalah proses pembelajaran yang memusatkan pembelajaran kepada anak bukan pada guru.serta holistik disini , maksudnya adalah pembelajaran yang di berikan kepada anak secara menyeluruh. agar anak berkembang secara utuh 

  • Kontekstual, dengan karakteristik ini berarti PAUD diselenggarakan dengan memperhatikan apa yang secara konstektual terjadi dalam interaksi pendidikan dengan anak. cara seperti ini sangat penting untuk menciptakan proses pendidikan atau pembelajaran menjadi sesuatu yang aktual dan bermakna bagi anak.. pembelajaran tidak dirasakan sebagai suatu tugas yang dipaksakan di impor dari luas melainkan sebagai bagian integral dari aktivitas kehidupan anak 
Pembelajaran anak usia dini hendaknya haruslah sesuai dengan keadaan nyata yang terjadi dan yang dekat dengan kehhidupan sehari - hari anak dengan begitu anak tidak merasa terbebabani dengan proses belajar karena yang di pelajari anak adalah hal-hal yang dekat , diketahui anak dan di mengerti anak

  • Melalui pengalaman langsung , sesuai dengan tingkat perkembangan berfikir dan cara belajar anak yang lazimnya masih terbatas pada cara berfikir konkrit, penyelenggaraan pendidikan pendidikan atau pembelajaran bagi anak usia dini seyogyanya dilakukan terutama melalui aktivitas konkrit dan pengalaman langsung.dalam hal ini anak diberi kesempatan yang banyak untuk berinteraksi langsung dengan orang lain dan berbuat langsung suatu objek - obyek benda yang ada di sekitarnya 
Dengan adanya pengalaman langsung yang di dapatkan oleh anak maka akan sangat membantu anak untuk memahami pembelajaran, karena pengalaman langsung adalah sebuah ilmu berharga yang dimiliki oleh anak. dan konkrit maksudnya adalah nyata. nyata disini maksudnya , saat belajar guru hendaklah menggunakan media yang nyata jangan menggiring anak untuk berandai-andai atau mengajari anak dengan sesuatu yang tidak ada di hadapannya atau kata lain adalah tidak nyata 

  • Melalui suasana bermain dan menyenangkan, interaksi pendidikan di upayakan terjadi dalam suasana bermain dan menyenangkan . cara ini dimaksudkan untuk memenuhi tuntunan dunia anak , yakni dunia bermain dan sekaligus untuk mengkondidikan perbuatan belajar sebgai perbuatan yang menyenangkan dan bukannya sebagai sesuatu yang menyiksa
Tentu saja kondisi belajar untuk anak usia dini haruslah menyenangkan , tidak mungkin pembelajaran anak usia dini sama dengan kondisi seperti sekolah menengah pertama atau menengah atas yang bisa dibilang menengangkan.yang mana pada hakikatnya anak usia dini adalah bermain sambil belajar belajar seraya bermain. maksudnya adalah pada saat anak belajar harus di selipkan permainan di dalamnya dan pada saat anak bermain terselip pelajaran di dalamnya 

  • Responsif, disamping ada gambaran umum tentang perilaku anak sesuai dengan usia kronologisnya, secara individu anak juga merupakan makhluk unik yang berbeda satu sama lain. program PAUD seyogyanya memperhatikan perbedaan individual anak baik dalam hal kecakapan , minat dan aspek-aspek lainnya sehingga program pendidikan yang diselenggarakan betul-betul sesuai dengan dan memenuhi perbedaan-perbedaan individual tersebut 

Kepribadian anak yang satu dengan anak lainnya tentulah tidak sama pasti berbeda-beda maka dari itu pendidik anak usia dini harus berpeeran untuk merangsang anak untuk memberikan respon dan aktif pada saat belajar sesuai dengan cara bicara, sikap anak serta pengetahuan dan cara anak menjawab pertanyaan guru 
  • KURIKULUM PAUD
kurikulum dalam dunia PAUD dapat diartikan seperangkat bahan ajar mencakup tujan, isi dan bahan belajar , khususnya pada siswa usia dini ( 0-6tahun ) untuk mencapai tumbuh kembang secara optimal. kurikulum PAUD memuat tujuan,hasil belajar,proses, konten yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak untuk membangun pengetahuan keterampilan , ke jenjang pendidikan lebih lanjut.kurikulum PAUD memberi arah mencapai tujuan yang yang diharapkan, oleh karena itu penting bagi setiap satuan pendidikan anak usai dini memiliki dan mengembangkan kurikulum di tiingkat satuan pendidikan

Jadi, kurikulum pendidikan anak usia dini adalah suatu bahan ajar atau pedoman bagi guru, kepala sekolah dan sekolah yang berisi bahan ajar, bahan evaluasi, tujuan, hasil belajar anak didik, proses belajar anak didik yang harus sesuai dengan perkembangan anak usia dini. kurikulum yang baik akan membantu agar tujuan pendidikan anak usia dini dapat tercapai 

  • DIMENSI KURIKULUM


  • Kurikulum Sebagai Ide , ide atau konsep kurikulum bersifat dinamis , dalam arti akan selalu berubah mengikuti perkembnagan zaman,minat dan kebutuhan peserta didik,tuntunan masayarakat, ilmu pengetahuan dan teknologi. ide atau gagasan tentang kurikulum hanya ada dalam pemikiran seseorang yang terlibat dalam proses pendidikan, baik secara langsung maupun tidak langsung , seperti kepala dinas pendidikan , pengawas,kepala sekolah, guru, peserta didik,orangtua dan sebagiannya.ketika orang berfikir tentang tujuan sekolah,materi yang harus disampaikan kepada peserta didik , kegiatan yang harus dilakukan oleh guru, orangtua dan peserta didik objek evaluasi.maka itulah dimensi kurikulum sebagai suatu ide atau konsepsi. dimensi kurikulum sebagai suatu ide, biasanya dijadiakan langkah awal dalam pengembangan suatu ide, biasanya dijadikan langkah awal dalam pengembangan kurikulum, yaitu ketika melakukan studi pendapat. 
Jadi kurikulum sebagai ide adalah suatu bentuk jawaban atau langkah awal bagi kurikulum saat ada pertanyaan dari orangtua peseta didik seperti bagaimana pendidikan pada satuan pendidikan paud itu maka kurikulum sebagai ide adalah sebagai bentuk jawaban dari pertanyaan tersebut
  • Kurikulum sebgai Rencana, dimensi kurikulum sebagai rencana biasanya tertuang dalam dokumen tertulis.dimensi ini menjadi banyak perhatian orang karena wujudnya dapat dilihat, mudah dibaca dan di analisis. dimensi kurikulum ini pada dasarnya merupakan realisasi dari dimensi kurikulum sebagai ide.aspek-aspek penting yang perlu di bahas antara lain : pengembangan tujuan dan kompetensi, struktur kurikulum, manajemen kurikulum, hasil belajar dan sistem evaluasi
Jadi kurikulum  sebagai rencana adalah bentuk nyata dari kurikulum karena kurikulum sebagai rencana dapat dilihat wujudnya seperti hasil belajar peserta didik yang memang bisa di lihat langsung oleh orangtua dan dengan adanya evaluasi atau laporan hasil belajar siswa orangtua dapat mengetahui bagaimana perkembangan anaknya di sekolah. pada kurikulum sebagai rencana biasanya berbentuk dokumen tertulis, itulah alasannya kenapa kurikulum sebagai rencana disebut sebagai bentuk nyata dari kurikulum.
  • Kurikulum sebgai Proses , adalah impelementasi dari apa yang di rencanakan dalam  dimensi sebagai rencana. pelaksanaan atau impelementasi itu mungkin juga berbeda dari apa yang di rencanakan dalam Rencana yang tertulis.dimensi proses terkadang disebut dengan istilah curiculum as implemented, observed, atau reality. pengertian kurikulum yang dikemukakan dalm UU nomor 20 tahun 2003 berkenaan dengan dimensi kurikulum sebagai dokumen dan proses
Jadi, kurikulum sebagai proses adalah lanjutan atau bentuk penerapan dari kurikulum sebegai rencana.tetapi tidak semua kurikulum sebagai proses itu harus sama dengan dokumen tertulis bisa saja kurikulum sebagai proses berdiri sendiri tanpa melanjutkan kurikulum sebagai rencana sebagai bentuk dokumen tertulis
  • Kurikulum sebagai Hasil, hasil belajar adalah salah satu dimensi pengertian kurikulum. evaluasi kurikulum ditujukan untuk mengetahui efektivitas dan efisiensi kurikulum , sedangkan fungsinya adalah untuk memperbaiki , menyempurnakan atau mengganti kurikulum dalam dimensi sebagai rencana. hasil belajar sebagai bagian dari kurikulum terdiri atas berbagai domain, seperti pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai.secara teoritis,doamin hasil belajar tersebut dapat dipisahkan , tetapi secarapraktis domain tersebut harus bersatuu.hasil belajar juga dipengaruhi oleh faktor guru,peserta didik,sumber belajar dan lingkungan
Jadi, kurikulum sebagai hasil adalah sebagai laporan guru kepada orangtua bagaimana proses belajar anak selama satu semester, melaporkan apa saja yang telah berkembang pada anak seperti pengetahuan anak dan perubahan sikap anak.jika anak mengalami peningkatan perkembangan dan perubahan sikap ke arah yang lebih positif maka kurikulum dan guru telah berhasil dalam mewujudkan tujuan pendidika anak usia dini



SUMBER 

Ilmu dan Aplikasi Pendidikan, Bagian 4 Pendidikan lintas Bidang, Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP-UPI . Handbook terbitan pertama,cetakan kedua .Jakarta :PT Imperial Bhakti Utama , 2007

Analisis Kebijakan PAUD : Mengungkap Isu-Isu menarik seputar AUD. Ahmad Mushlih Dkk. Cetakan pertama  . Wonosobo  : Penerbit Mangku Bumi , 2018 

Telaah Kurikulu Pendidikan Anak Usia Dini . Susianty Selaras Ndari , HJ Chandrawaty . Jakarta : Edu Publisher 

Komentar