Langsung ke konten utama

KETERKAITAN ANTARA AGAMA , ILMU PENGETAHUAN, DAN BUDAYA

MATERI 3 FILSAFAT

1. RUANG LINGKUP , METODE DAN PEMBAGIAN FILSAFAT

RUANG LINGKUP Filsafat Pendidikan menurut Jalaluddin  dan Abdullah Idi, meliputi : 
  • merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan ( the nature of education )
  • merumuskan sifat hakikat manusia sebagai subjek dan objek pendidikan ( the nature of man )
  • merumuskan secara tegas hubungan filsafat, filsafat pendidikan, agama dan kebudayaan 
  • merumuskan hubungan antara filsafat , filsafat pendidikan, dan teori pendidikan 
  • merumuskan hubungan antara filsafat Negara ( ideology ) , filsafat pendidikan dan politik pendidikan ( sistem pendidikan )
  • merumuskan sistem nilai norma atau isi moral pendidikan yang merupakan tujuan pendidikan 
dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup filsafat pendidikan adalah semua aspek yang berhubungan dengan upaya manusia untuk mengerti dan memahami hakikat pendidikan itu sendiri, yang berhubungan dengan bagaimana pelaksanaan pendidikan yang baik dan bagaimana tujuan pendidikan dapat  dicapai. 


METODE FILSAFAT 
  • Metode Kritis, perintis dan tokoh utama dari metode ini adalah Scirates dan Plato. metode kritis bersifat analisis istilah dan pendapat, yang menjelaskna keyakinan dan memperlihatka pertentenagan. dengan jalan bertanya ( dialog ) membedakan , menyishkan dan menolak dan pada akhirnya ditemukan apa yang di anggap sebagai hakikat atau kebenaran. 
  • Metode Intuitif, tokoh utamanya adalah Plotinos dan Bergson. dengan jalan intropeksi intuitif dan pemakaian -simbol diusahakan pembersihan intelektual dan penyucian moral sehingga tercapai suatu pikiran atau pemecahan. Bergson  menekankan bahwa dengan jalan pembauran antara kesadaran dan proses perubahan tercapai pemahaman langsung mengenai kenyataan 
  • Metode Skolastik, tokoh utamanya adalah Aristoteles, Thomas Aquinas, dan filosof abad pertengahan. metode ini bersifat sintetis-dedukatif . dengan bertitik tolak dari definisi -definisi atau prinsip-prinsip yang jelas dengan sendirina ditarik kesimpulan-kesimpulan.
  • Metode Matematis,  tokoh utamanya adalah Descartes dan pengikutnya. melalui analisis mengenai hal-hal yang kompleks, dicapai intuisi akan hakikat-kaikat " sederhana" ( ide teran dan berbeda dengan yang lain ). dari hakikat-hakikat itu kemudian didedukasikan secara matematis segala pengrtian lainnya. 
  • Metode Empiris dengan tokoh utama Hobbes, Locke, Berkeley dan dan David Hume. didasarkan pada anggapan bahwa hanya pengalamanlah yang menyajikan pengertian benar, maka semua pengertian ( ide-ide ) dalam intropeksi dibandingkan dengan cerapan-cerapan (impressi) dan kemudian disusun bersama secara geometris.
  • Metode Transendental, dengan tokoh perintis utama Immanuel Kant dan tokoh-tokoh neoskolastik. bertitik tolak dari tepatnya pengertian tertentu dengan jalan analisis diselidiki syarat-syarat apriori bagi pengertian demikian.
  • Metode Dilektis dengan tokoh perintis utama Hegel dan Mark . dengan kalan mengikuti dinamika pikiran atau alam sendiri, menurut triade tesis, antitesis, sintesis dicapai hakikat kenyataan. 
  • Metode Fenomenologis, dengan tokohnya Husserl dan kelompok eksistensialisme. dengan jalan beberapa pemotongan sistematis ( reduction ) refleksi atas fenomin dalam kesadaran mencapai penglihatan hakikat-hakikat murni 
  • Metode Nepositivisme, kenyataan dipahami menurut hakikatnya dengan jalan mempergunakan aturan-aturan seperti berlaku pada ilmu pengetahuan positif ( eksakta ) 
  • Metode Analitika Bahasa, tokohnya adalah Witgenstein dengan jalan analisis pemakaian bahasa sehari-hari di tentukan sah atau tidaknya ucapan-ucapan filosofis
PEMBAGIAN FILSAFAT

Aristoteles membagi filsafat kedalam tiga bidang studi sebagai berikut : 
  • Filsafat Spekulatif atau Teoretis . filsafat spekulatif atau teoritis bersifat objektif.termasuk dalam bidang ini ialah fisika metafisika , biposikologi, dan sebagiannya.tujuan utama filsafat spekulatif ialah pengetahuan demi pengetahuan itu sendiri 
  • Filsafat Praktika. filsafat praktika memberi petunjuk dan pedoman bagi tingkah laku manusia yang baik dan sebagaimana mestinya. termasuk dalam bidang ini ialah etika dan politik. sasaran terpenting bagi filsafat praktika ialah membentuk sikap dan perilaku yang akan memampukan manusia untuk bertindak dalam terang pengetahuan itu
  • Filsafat Produktif , ialah pengetahua yang membimbing dan menuntun manusia menjadi produkttif lewat suatu keterampilan khusus. sasaran utama filsafat ini ialah agar manusia sanggup menghasilkan sesuatu baik secara teknis maupun secara puitis dalam terang pengetahuan yang benar


2. PERBEDAAN FILSAFAT, ILMU DAN AGAMA 

filsafat, ilmu dan agama menggunakan metode berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah.ketika diperhadapkan dalam pertanyaan konstruksi.isi dan tata letak dari bangunan rumah yang sangat besar. filsafat memikirkan secara rasional, ilmu melakukan pemeriksaan secara indrawi dan terukur, sedangkan agama menerima keterangan langsung dari arsitekrur atau pembuat rumah.siapakah yang mampu mengungkap kebenaran sesungguhnya? kemampuan filsafat hanya dapat mengungkap sebagian dengan tidak sempurna. ilmu mengungkap sedapat mungkin yang terukur. sedangkan agama dapat mengungkap seluruhnya secara sempurna

SUMBER

Fitrahlogi : Pendekatan Terpadu Menembus Akar Perdamaian dan Konflis Sosial / Muharto.-Ed.1, Cet.1-Yogyakarta : Depublish , 2016

Filsafat dan Metafisika dalam Islam : Sebuah Penjelajahan Nalar, Pengalaman Mistik , dan Perjalanan Aliran Manunggaling Kawula-Gusti / KH. Muhammad Sholikhin-Cet.1-Yogyakarta : Penerbit Narasi , 2008

Filsafat Pendidikan : Manusia , filsafat, dan pendidikan / Jalaluddin, H Abdullah Idi-ed. Revisi-Cet.3-Jakarta: Rajawali Pers, 2003 

Komentar

  1. Apa kaitan nya agama dengan filsafat jelaskan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Agama adalah salah satu materi yang menjadi sasaran pembahasan filsafat. Dengan demikian, agama menjadi objek materia filsafat.

      Hapus
  2. Didlam ilmubdan agama, apa yg menjandi esensi nya sehingga filsafat memiliki keterkaitan dengan hal diatas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dalam ilmu dan agama terdapat kebenaran kebenaran yang berbeda maka dari itu filsafat berkaitan dengan ilmu jika suatu masalah harus di pecahkan dengan ilmu dan filsafat berkaitan dengan agama apabila suatu masalah harus di pecahkan dengan kebenaran dari agama

      Hapus
  3. ilmu dan agama menggunakan metode berbeda dalam menyelesaikan suatu masalah. Coba jelaskan metode seperti apa yang digunakan dalam hal tersebut!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada ilmu dengan menggunakan metode indrawi atau yang terukur sedangkan agama menggunakan metode membahas dan memahami pedoman dalam agama contohnya islam maka dengan memahami alquran bisa di pecahkan suatu masalah

      Hapus
  4. Apa persama'an filsafat ilmu dan agama

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Sama sama mencari kebenaran
      2. Sama sama dapat di terima oleh akal sehat
      3. Sama sama menjadi pedoman hidup

      Hapus
  5. Coba jelaskan seperti apa metode nepositvisme itu dan berikan contohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Metode nepositivisme adalah metode filsafat dengan memahami kenyataan menurut hakikatnya atau adanya dengan cara menggunakan aturan-aturan yang berlaku pada ilmu pengetahuan positif ( eksakta ). Contohnya, Nepositivisme cenderung untuk menumbuhkan pengetahuan dengan bahan ilmu alam dan menyerahkan pertanyaan-pertanyaan tentang makna saja untuk di analisis oleh filsafat.

      Hapus
  6. Apa yang menjadi dasar dari perbedaan filsafat dan ilmu?

    BalasHapus
  7. Dari bahasan tiara ada kah kaitannya dengan pembelajarn anak usia dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu ada. Pertama, filsafat. Seperti karakteristik anak usia dini yang dikemukakan dari hasil filsafat. Kedua, ilmu. Yang mana pada bidang pendidikan tentu saja akan terdapat ilmu di dalamnya. Ketiga, agama. Agama haruslah di kenalkan pada anak sejak dini. Pada pendidikan aud telah di terapkan agama sebagai salah datu pelajaran atau ilmu yang dibpelajari

      Hapus

Posting Komentar