DIALOG ANTAR ALIRAN ATAS PROBLEMA DAN DILEMATIKA KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL UNTUK PENGEMBANGAN TEORI DAN PRAKTEK PENDIDIKAN DI INDONESIA DAN DUUNIA
MATERI 15 FILSAFAT
A. TINJAUAN PROBLEMA DAN DILEMATIKA PENDIDIKAN
A.S Neil (1973) menuturkan bahwa " saya percaya bahwa memaksakan apapun dengan kekuasaan adalah salah, seorang anak seharusnya tidak melakukan apapun sampai ia mampu berpendapat dengan mengemukakan pendapatnya sendiri :. ( Hobson dalam Pamer, 2003 :1 ) pendapat neil ini bahwa para siswa diminta untuk berfikir dan belajar tanpa tekanan tetapi bimbingan dan arahan yang menganut prinsip-prinsip kemerdekaan dan demokrasi.
dilihat dari segi pemanfaatan sumber daya, seringkali sarana dan prasaranaproses belajar mengajar di dikelas, laboratorium , perpustakaan, dan ditempat praktek kerja dengan berbagai alasan belum di manfaatkan secara baik. kelemngkapan dan fasilitas belajar tidak memadai dengan alasan anggaran yang tidak memadai diantara guru tidak terampil menggunakannya, manajemen sekolah yang kaku, dan sebagiannya.
masalah lainnya adalah kepala sekolah yang tidak memanfaatkan kegiatan yang ada untuk melakukan evaluasi tentang program pembelajaran. kepala sekolah tersebut membiarkan para guru menggunakan model mengajar yang telah lama dilaksanakan atau bersifat rutin belaka, sehingga kepala sekolah tidak mengetahui mana yang harus diperbaiki dan mana yangharus dikembangkan dala program pembbelajaran. seharusnya kepala sekolah mendorong para guru menggunakan model mengajar yang memberikan jaminan bahwa pembelajaran dilakukan atas dasar prinsip pedagogic. dukungan kepala sekolah ini di wujudkan dalam bentuk fasilitas yang diperlukan untuk program pembelajaran.
B. PENDIDIKAN UNTUK MANUSIA DAN KEMERDEKAAN
filsafat pendidikan manusia yang berhubungan dengan perbuatan moral mengarah pada perihan kebahagiaan seseorang yang bernilai teleologis. perilaku yang baik yang identifikasi sebagia sesuatu yang tereliasisaikan dalam kehidupan yang bahagia menjadi relatif bagi setiap pengembangan individu bahkan bersifat individualitas dan relatif. filsafat pendidikan moral di arahkan pada tujuan utama pendidikan yaitu membina danmengembangkan tingkah laku yang mandiri, berakhlak mulia dan bertanggung jawab.tujuan filsafat pendidikan tentang manusia mengarahkan pembentukan tingkah laku manusia rasional diadaktif dengan alam, salketif dengan perubahan , berjiwa refolmis, modernis, kritis dan progresif. manusia diarahkan pada pembentukan pola kehidupan yang mandiri dengan moralitas yang tinggi dan universal, yaitu kebaikan yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. pendidikan dalam kemerdekaan dipandang belum mampu merubah moralitas bangsa mengapa demikian para pemikir moral banyak memberikan jawaban atas pertanyaan ini, dalam filsafat pendidikan dipertanyakan nilai-nilai kebaikan dan keburukan, kepantasan dan ketidakpantasan bagi perilaku manusia. manusia sebagai perilaku pendidikan dibentuk oleh filsafat pendidikan menajdi manuisa yang bermoral
C. DIALOG ANTAR ALIRAN ATAS PROBLEMA DAN DILEMATIKA KEHIDUPAN MULTIDIMENSIONAL
pendidikan dalam hal ini dipandang sebagai suatu motor bagi pembunuh kembangan kemampuan dasar subjek-subjek didik ini agar fungsional dalam menghadapi dan memecahkan berbagai kesulitan hidup. dengan demikian mereka akan memiliki kemandirian dalma pemngambilan sikap berdasarkan cara-cara logis dan dapat di pertanggung jawabkan secara ilmiah. berbagai ragam ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bukti nyata bagi fungsionalitas kemampua manusia dalam memecahkan problematikannya dan sekaligus menjadi modal bagi pengembangan ke arah pengetahuan dan teknologi baru yang adalah juga kaan menjadikan langkah kemajuan-kemajuan selanjutnya tanpa henti
- pendidikan dalam konteks progresivisme
memberikan pengalaman empiris kepada subjek-subjek didik agar ia memiliki kemampuan ilmiah dalam memecahkan masalah kehidupan agar ia siap menghadapi berbagai perubhaan dalam suatu kehidupan di masyarakat . progresivisme memandang ilmu penngetahuan sbeagatas pengembangan dan pemahaman pengetahuan dengan mengatakanbahwa suatu pengetahuan yang berangkat dari fakta-fakta yang terveerikasi dan terukur sceara ketat. - pendidikan dalam konteks esensialisme
aliran esensisalisme merupakan aliran pendidikan yang disasrkan pada nilai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak aawal peradaban umat manusia. karena memandnang bahwa identitas manusia sangatditentukan oleh ragam struktur kebudayaan yang membentuknya, maka diperlukan pendidikan yang bersendikan atas azas-azas yang tetap ini hendaknya azas yang benar telah terujui waktu - pendidikan dlma konteks rekontruksionisme
aliran rekontruksionsme percaya bahwa pengembangan watak manusia mesti sellau berinteraksi dengan kondisi-kondisi yang mengelilinginya. suatu kebudayaan lahir berdasarkan pada pola adaptasi yang dilakukan oelh individu atau kelompok dengan lingkungan masyaraktnya.
SUMBER
Filsafat Pendidikan Toeri dan Praktik. Soegiono. Bandung. PT Remaja Rosdakarya . 2014
Pengantar Pendiidkan Asas Dan Filsafat Pendiidkan. Ruslam Ahmadi. Yogyakarta. Media
Konsep Dan Makna Pembeljaran. Sagala Syaiful. Bandung. Alfabeta. 2003
Bagaimana cara mengatasi berbagai problematika dalam pendidikan?
BalasHapus