Langsung ke konten utama

PANCASILA SEBAGAI SEBUAH FILSAFAT PENDIDIKAN NASIONAL


MATERI 12


1.      PENGERTIAN DAN SEJARAH FILSAFAT PANCASILA
            Filsafat secara etimologis merupakan padanan kata falsafah ( Arab ) dan philosophy
 ( Inggris ) yangberasal dari bahasa Yunani (philosophia ). Kata philosophia memiliki arti kekasih, sahabat, mencintai sedangkan kata filsafat menurut Poespowardjo ( 1994 )dapat dilihat dari pengertian yaitu : 1) filsafat sebagai ilmu atau metode dan filsafat sebagai pandangan hidup. 2) filsafat dalam arti teoritis dan filsafat dalam arti praktis

            Dalam hal ini pancasila dapat digolongkan sebagai filsafat dalam arti sebagai pandangan hidup, dan dalam arti praktis bagi bangsa Indonesia, filsafat pancasila mempunyai fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pandangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

            Filsafat pancasila merupakan refleksi kritis dan rasional tentang pancasila sebagai dasar negara dan kenyatan budaya bangsa, dengan tujuan untuk mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh ( Poespowardjo, 1994 ). Pancasila dikatakan sebagai filsafat, karena pancasila merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding fuller yang dituangkan dalam suatu sistem filsafat pancasila memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah yaitu tentang hakikat pancasila ( Notonago, 1987 )

( Dikutip dari Filsafat Pendidikan : Pengantar Filsafat Pendidikan IPS Kontemporer. 2017 : 13 )

            Jadi dapat disimpulkan bahwa filsafat pancasila adalah bagian dari cabang filsafat yang berguna sebagai pedoman manusia Indonesia dalam menjalankan hidup yang bermasyarakat, menentukan sikap dan tingkah laku sehari-hari. Filsafat pancasila adalah suatu cerminan bentuk kehidupan bermasyarakat di indonesia yang perlu di laksanakan agar tercapainya tujuan dari pancasila itu sendiri, yakni menjadikan manusia Indonesia yang cerdas , berbudaya dan memiliki norma kehidupan yang berbudi luhur

2.      LANDASAN FILOSOFIS FILSAFAT PANCASILA
a)      Ontologi
Ontology adalah bagian dari filsafat yang menyelediki tentang hakikat yang ada. Menurut Muhammad Noor Syam ( 1984 : 24 ), ontology kadang-kadang disamakan dengan metafisika, sebelum manusia menyelidiki yang lain, manusia berusaha mengerti hakikat sesuatu. Manusia dalam interaksinya dengan semesta raya, melahirkan pertanyaan-pertanyaan filosofis seperti apakah sesungguhnya realita yang ada itu. Jadi, ontology adalah cabang dari filsafat yang persoalan pokoknya apakah kenyataan atau realita itu. Rumusan-rumusan tersebut identic dengan membicarakan tentang hakikat ada. Hakikat ada dapat berarti tidak apa-apa karena menunjuk pada hal umum ( abstrak umum universal ). Pengertian ini baru menjadi konkret kalau diberikan sesuatu dibelakangnya, misalnya ada orang . ( Sutrisno, 1984 : 82 )

            Pancasila terdiri dari sila-sila yang mempunyai awalan dan juga akhiran, yang ada tata bahasa membuat abstrak, dari kata dsarnya yang artinya meliputi hal yang jumlahnya tidak terbatas dan tidak berubah, terlepass dari keadaan,tempat dan waktu. Dengan kata lain, pancasila sebagai pandangan hidup bangsa indonesia yang menjiwai sistem pendidikan nasional tidak bisa di pisahkan dengan kenyataan yang ada,karena pendidikannasional itu dasarnya adalah UUD 1945. Jadi ini merupakan kesatuan yang utuh

·         Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa
Sila pertama ini menjiwai sila-sila yang lainnya. di dalam sistem Pendidikan nasional dijelaskan bahwa pendidikan nasional adalah pendidikan yang berakar pada kebudayaan bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. dengan sila pertama ini, kita diharapkan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , yang juga merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional . ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional , yaitu untuk menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa keapada ALLAH SWT. karena itu, di lingkungan keluarga , sekolah dan masyarakatditanamkan nilai-nilai keagamaan dn Pancasila 

·         Sila ke Dua, Kemanusiaan yang adil dan beradab 
Manusia yang ada di muka bumi ini mempunyai harkat dan martabat yang sama, yang diperlakukan sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan fitrahnya sebagai hamba Allah . Pendidikan tidak membedakan usia , agama, dan tingkat sosial budaya dalam menuntut ilmu. setiap manusia mempunyai kebebasan dalma hal menuntut ilmu, mendapat perlakuan yang sama , kecuali tngkat ketakwaan seseorang. dan oleh karena yang dibangun adalah masayarakat pancasila , maka pendidikan harus dijiwai pancasila sehingga akan melahirkan masayrakat yang susila, bertangung jawab, adil dan makmur, bak spiritual maupun materil danberjiwa pancasila. dengan demikian, sekolah harus mencerminkan sila-sila dari pancasila
·         Sila ke Tiga, Persatuan Indonesia 
Persatuan merupakan kunci kemenangan dengan persatuan yang kuat kita dapat menikmati alam kemerdekaan. Indonesia secara geografis membentang dari 95-141 bujur timur dan 6-11 lintang selatan. Pancasila dan UUD 2945 serta kecintaan terhadap tanah air menghapus perasaan kesukuan yang sempit dan memotivasi untuk penyebaran dan pemerataan pembangunan yang kesemuanya akan menghalangi pikiran-pikiran yang berbau separatisme atau realisme. Sila ketiga ini tidak membatasi golongan dalam belajar. ini berarti, bahwa semua golongan dapat menerima pendidikan, baik dari golongan rendah maupun golongan yang tinggi. terhantung kepada kemampuannya untuk berfikir sesuai dengan UUD 1945 

·         Sila ke Empat, Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawartan Perwakilan 
Sila ke empat ini sering di kaitkan dengan kehidupa berdemokrasi dalam hal ini, demokrasi sering juga diartikan sebagai kekuasaan ada di tangan rakyat sebagai contoh, dalam memilih seseorang pemimpin di sesa, lembaga untuk menyalurkan kehendak untuk kepentingan bersama melalui musyawarah . bila dilihat dari dunia pendidikan , maka hal ini sangat relevan, karena menghargai pendapat orang lain demi kemajuan. di samping itu, juga sesuia dengan UUD 1945 pasal 28 yang menyatakan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat. baik secara lisan maupun tulisan. jadi, dalam menyususn tujuan pendidikan diperlukan ide-ide dari orang lain demi kemajuan pendidikan 

·         Sila ke Lima, Keadilan Sosial bagi Sleuruh Rakyat Indonesia 
Setiap bangsa di dunia bertujuan ntuk mencapa masayarakat yang adil dan makmur. keadilan ini meliputi kebutuhan di bidang materil dan di bidang spiritual yang disarkan pada asas kekeluargaan dalam sistem pendidikan nasional, maksud adil dalam arti yang luas mencakup seleuruh aspek pendidikan yang ada. adil di sini adalah mengejar IPTEK, kita juga mengejar IMTAQ yang merupakan tujuan dari ibadah. adil juga dalam arti sempit dikelas, misalnya orang yang berpengaruh atau anak orang kaya lebih di perioritaskan daripada anak seorang petani



(Dikutip dari Filsafat : Filsafat, Manusia dan Pendidikan. Jalaluddin, Abdullah Idi. 2013 : 175 )

            Jadi landasan Ontologi adalah landasan filsafat pancasila yang membahas tentang realita atau kebenaran yang nyata adanya. Landasan ontology dalam sila-sila pancasila yang berdasarkan pendidikan nasional Indonesia dapat disimpulkan yakni, sila pertama menekankan bahwa setiap manusia Indonesia harus meyakini dan patuh kepada Tuhan sesuai dengan kepercayaan nya. Sila kedua menkankan bahwa setiap manusia adalah sama deraajtnya, sama-sama mendapatkan hak untuk menuntut ilmu dan pendidikan. Sila ketiga, hamper sama dengan sila kedua yakni dimana pancasila tidak memedakan setiap manusia dari kekayaannya. Sila ke empat, menenkankan bahwa dalam hidup maupun pendidikan utamakan bermusyawarah dan menerima pendapat orang lain untuk memajukan pola fikir masyarakat Indonesia. Sila ke lima,menekankan bahwa dalam menuntut ilmu manusia haruslah seimbang antara ilmu pengetahuan dan ilmu agama

            Ontologi ialah penyelidikan hakikat ada ( esensi ) dan keberadaan ( eksistensi ) segalasesuatu alam semesta, fisik, psikis, spiritual, metafisik, termasuk kehidupan sesudah matidan Tuhan. Sila dalam Pancasila sebagai suatu sistem filsafat merupakan satu kesatuan organis yang saling berkaitan, berhubungan dan slaing mengkualifikasi. Pemikiran dasar yang terkandung dalam pancasila yaitu diri sendiri, dengan sesama, dengan masyarakat bangsa yang nilai-nilai itu dimiliki oleh bangsa Indonesia.

            Pancasila terdiri atas lima sila dimana setiap sila bukanlah merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan memiliki satu kesatuan dasar ontologis. Dasar Ontologis Pancasila pada hakikatnya adalah manusia, subyek pendukung, pokok dari sila-sila Pancasila adalah manusia.

Ontologi Pancasila mengandung azas dan nilai antara lain :
1)      Tuhan yang Maha Esa adalah sumber esksistensi kesempatan, ontology ketuhanan bersifat religus , supranatural, transedental dan suprarasional
2)      Ada- kesemestaan, alam semesta ( makrokosmos ) sebagai ada tak terbata, dengan wujud dan hukum alam, sumber saya alam yang merupakan peranan dan sumber kehidupan semua makhluk: bumi, matahari, zat asam, air, tanah subur, pertambangan dan sebagiannya
3)      Eksistensi tata budaya, sebagai perwujudan martabat dan kepribadian manusia yang unggul. Baik kebudayaan nasional maupun universal adalah perwujudan martabat dan kepribadian manusia. Sistem nilai, sistem kelembagaan hidup seperti keluarga, masyarakat, organisasi, Megara. Eksistensi kultural dan peradaban perwujudan telelologis negara. Eksistensi
4)      Eksistensi bangsa-negara yang berwujud sistem nasional, sistem kenegaraan yang merdeka dan berdaulat yang menampilkan martabat, kepribadian dan kewibawaan nasional.sistem kenegaraan yang merdeka dan berdaulat merupakan puncak prestasi perjuangan bangsa, pusat kesetiaan dan kebanggaan nasional

( Dikutip dari Filsafat Pendidikan IPS Kontemporer. Septian Aji Permana. 2017 : 14 )

                        Jadi azas ontologi terdapat didalamnya menjelasskan bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan-nya, mempertahankan kebudayaan yang telah ada, bisa masuk ke dalam budaya lain karena budaya indobesia bersifat terbuka, yakni menerima siapapun yang ingin mempelejarinya. dan rasa cinta serta patriot manusia untuk mempertahankan, menjaga dan memelihara Negara Indonesia, menegakkan peraturan-peraturan yang telah di tetapkan dalm kehodupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

b)      Landasan Epistemologi
Epistemologi adalah studi tentang pengetahuan ( adanya ) benda-benada . epsitemologi dapat juga berarti bidang filsafat yang menyelidiki sumber, syarat, proses terjadinya ilmu pengetahuan , batas validitas dan hakikat ilmu pengetahuan. dengan filsafat, kita dapat menentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai demi peningkaan ketenangan dan kesejateraan hidup, pergaulan dan berwaga negara. untuk iu, bangsan Indonesia telah menemukan filsafat pancasila

·         Sila Pertama, Ketuhanan  Yang Maha Esa
Pemikiran tentang apa dan bagaimana sumber pengetahuan manusia diperoleh melalui akal atau panca inda dan dari ide atau Tuhan. berbea dengan pancasila ia lahir tidak secara mendadak.tetapi melalui proses panjang yang dimatangkan dengan perjuangan. Pancasila digali dari bumi Indonesia yang merupakan dasar negara, pandangan hidup bangsa, kepribadian bangasa, tujuan atau arah untuk mencapai cita-cita dan perjanjian luur rakyat Indonesia . dengan demikian ,pancasila bersumber dari bangsa Indonesia yang prosesnya melalui perjuangan rakyat bila kitahubungkan dengan pancasila maka dapat kita ketahui bahwa apakah ilmu itu didapat mellaui rasio atau datang dari Tuhan 
·         Sila ke Dua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab 
Kepribadian manusia adalah subjek yang secara potensial aktiif berkesadaran tahu atas eksistensi diri, dunia, bahkan juga sadar dan tahu bila di suatu ruang dan waktu " tidak ada " apa-apa . tingkat kedalaman pengetahuan merupakan perwujudan dari potensi rasio dan inteligensi yang tinggi. proses pembentukan pengetahuan memlaui lembaga pendidikan secara teknis edukatif lebih sederhana. komunikasi antara guru dan siswa berfungsi memperjelas bahan-bahan informasi untuk menyamakan persepdi yang ditangkap dari berbagia sumber. jadi, seorang guru tidak boleh memonopoli kebenaran. nilai pengetahuan dalm pribadi telah menjadi kualitas dan martabat kepribadian subjek pribadi yang bersangkutan, baik secara instrinstik lebih-lebih secara praktis 

·         Sila ke Tiga, Persatuan Indonesia 
Proses terbentuknya pengetahuan manusia merupakan hasil dari kerja sama atau produk hubungan dengan lingkunganya. potensi dasar dengan faktor kondisi lingkungan yang memadai akan membentuk pengetahuan . dalma hal ini sebagai contoh nya adalah ilmu sosiologi yang mempelajari hubungan manusia yang satu dengan yang lainnya. bila ini di hubungkan antarmanusia  itu diperlukan suatu landasan yaitu pancasila. dengan demikian kita terlebih dahulu mengetahui ciri-ciri suatu masyarakat dan bagaimana terbentukny suatu masyarakat 


·         Sila ke Empat, Kerakyata yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan 
Manusia diciptakan ALLAH SWT sebagai pemimpin di muka bumi ini untuk memamkmurkan umat manusia. seorang pemimpin menpunyai syarat untuk memimpin dengan bijaksan. dalam sistem pendiidkan nasional pendidikan memang  mempunyai peranan yang besar, tetapi itu tidak menutup kemungkinan peran keluarga dan masayarakat dalam membentuk manusia Indonesia seutuhnya. jadi, dalam hal ini diperlakukan suatu ilmu -keguruan untuk mencapai guru yang ideal, guru yang kompeten. setiap manusia bebas mengeluarkan pendpaat dengan melalui lembaga pendidikan, setiap ada permasalahan diselesakan dengan jalan musyawarah, agar mendapat mufakat

·         Sila ke Lima, Keadilan Sosial bai Selruh Rakyat Indonesia 
Ilmu pengethaun sebagai perbendaharaan dan prestasi individu serta sebagai karya budaya umat manusia merupakan martabat kepribadian manusia. dalam arti luas, adil diatas dimaksudkan seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama. hal ini didapatkan melalui pendidikan baik itu formal , informal maupun non formal. dalam sistem pendidikan nasional yang intiya mempunyai tujuan yang mengejar iptek dan imtaq 

( Dikutip dari Filsafat : Filsafat, Manusia dan Pendidikan. Jalaluddin, Abdullah Idi.  2013 : 180 )

            Jadi landasan Epistemologi Pancasila adalah landasan yang mengarah kepada bagaimana terciptanya sesuatu benda, darimana sumbernya dan hal-hal lain.mengarah ke ilmu pengetahuan dan pendidikan untuk bisa menafsirkan bagaimana terciptanya atau terbentuknya benda-benda yang ada di sekitar. Landasan epistemologis terdapat penerapannya dalam sila-sila pancasila. Sila pertama, menafsirkan tentang darimana akal dan fikiran manusia berasal, yakni dari Tuhan yang menciptakan manusia dengan beragam bentuk dan sifat yang berbeda. Sila kedua, menafsirkan bahwa darimana manusia bisamemperkaya ilmu yang dimiliki yakni dari pendidikan, dimana pendidikan adalah proses untuk  menjadikan manusia indonesi cerdas. Sila ketiga, menafsirkan bahwa pengetahuan manusia selain di dapat dari pendidikan juga didapatkan dari lingkungan masyarakat yang membantu. Sila ke empat, menafsirkan bahwa setiap manusia mempunyai pengetahuan yang berbeda-beda sebab itulah manusia di berikan keadilan dan kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya dan berbagi pegetahuan dan ilmu dengan manusia lain. Sila kelima, yakni menafsirkan dalam mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari pendidikan, manusia juga perlu menddapatkan ilmu agama agar seimbang dalam menjalankan kehidupan di dunia ini.

            Epistemologi menyelidiki sumber, proses, syarat-syarat batas, validitas dan hakikat ilmu. Epistemologi Pancasila secara mendasar meliputi nilai-nilai dan azas ;
1)      Mahasumber ialah Tuhan yang menciptakan kepribadian manusia denngan martabat dan potensi unik yang tinggi, menghayati kesemestaan, nilai agama dan ketuhanan. Kepribadian manusia sebagai subyekdiberkati dengan martabat luhur : pancaindra, akal, rasa, karsa, cipta, karya dan budi nurani. Kemampuan martabat manusia sesungguhnya adalah anugrah dan amanat ketuhanan / keagamaan
2)      Sumber pengetahuan dibedakan secara kualitas antara : sumber primer yang tertinggi dan terluas, orisinal: lingkunganalam, semesta, sosio-budaya, sistem kenegaraan dan dengan dinamikanya. Sumber sekunder: bidang-bidang ilmu yang sudah ada/berkembang,kepustakaan, dokumentasi: sumber trsier : cendekiaawan, ilmuwan, ahli, narasumber
3)      Wujud dan tingkatan pengetahuan dibedakan secara hierakis: pengetahuan indrawi: pengetahuan ilmiah : pengetahuan filosofis: pengetahuan religious
4)      Pengetahuan manusia relatif emncakup ke empat wujud tngkatan itu. Ilmu adalah perbendeharaan dan prestasi insividual maupun sebagai karya dan warisan budaya uma manusia merupakan kualitas martabat kepribadian manusia
(Dikutip dari Filsafat Pendidikan IPS Kontemporer. Septian Aji Permana. 2017 : 16 )
c)      Landasan Aksiologis
Landasan Aksiologis Aksiologi adalah bidang filsafat yang menyelidiki nilai nilai (value) nilai tidak akan timbul dengan sendirinya, nilai timbul karena manusia mempunyai bahasa yang digunakan dalam pergaulan sehari-hari. jadi, masyarakat menjadi wadah timbulnya nilai. dikatan mempunyai nilai pabaila berguna, benar , bermoral, etis, dan ada nilai materil dan spiritual. pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara memilikinilai-nilia : ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan. nilai ideal, materil, spiritual dan nilai positif dan juga nilai logis, estetika, etis, sosial, dan religius. jaid, pancasila mempunyai nilai-nilai tersendiri 
·         Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa
percaya kepada Allah merupakan hal yang paling utama dalam ajaran islam. di setiap kita mengucapkan kaimat Allah, baik itu dala, shalat, menikahkan orang, dikumandangkan adzan, para dai mula-mula mneyiarkan islam dengan menanamkan keimanan. dari segi tempat ibadah, dimana-mana kita uumpai tempat ibadah baik itu masjid, langgar atau mushola. dilihat dari segi pendidikan, sejak dari tingkat kanak-kanak sampai perguruan tinggi , diberikan pelajaran agama dan hal ini merupakan subsistem pendidikan nasional 

·         Sila ke Dua , Kemanusiaan yang adil dan beradab 
dalam kehidupan umat islam setiap muslim yang datang ke mesjid untuk sholat berhak berdiri di depan dengan tidak membedakan keturunan , ras dan kedudukan. dimata Allah sama, kecuali ketakwaan seseorang. inilah sebagian kecil contoh dari  nilai-nilai pancasila yang ada dalam kehidupan umat islam 

·         Sila ke Tiga, Persatuan Indonesia
islam mengajarkan supaya berstau dalam mencapai tujuan yang di cita-citakan, mengajarkan untuk taat kepada pemimpin. memang indonesia adalah negara pancasila bukan negara yang berdasarkan satu agama. meskipun demikian warga negara kita tidak lepas dari pembinaan dan bimbingan kehidupan beragama untuk terwujudya kehidupan beragama yang rukun dan damai 

·         Sila ke Empat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijksanaan dalam permusyawaratn perwakilan 
jauh sebelum islam datang di indonesia sudah ada sikap gotong royong di musyawarah. dengan datangnya islam, sikap ini lebih diperkuat lagi dengan keterangan Al-Quran . didalamnya juga diterangkan bahwa dalam hasil musywarah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan dipertanggungjwabkan secara moral kepada Allah SWT 


·         Sila ke Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Adil berarti seimbang antara hak dan kewajiban. dalam segi pendidikan adil itu seimbang antara ilmu umum dan ilmu agama dimana ilmu agama adalah subsitem dari pendidikan nasional . filsafat pendidikan pancasila adalah tuntntan formal yang fungsional dari kedudukan dan fungsi dasar negara pancasila sebagai sitem kenegaraan republik indonesia. 


( Dikutip dari Filsafat : Filsafat, Manusia dan Pendidiikan. Jalaluddin, Abdullah Idi. 2013 : 183 )

            Jadi landsan Aksiologis pancasila adalah landasan yang membahas tentang tata cara hidup di indonesia yang bisa disebut dengan aturan atau nilai, nilai yang berlaku di Indonesia seperti etika, sosial, budaya, keagamaan.dimana semua nilai tersebut diharapkan dapat di miliki dalam diri manusia indonesia agar bisa hidup seperti yang tertera dalam butir-butir sila pancasila

Aksiologis menyelidiki pengertian, jenis, tingkatan, sumber dan hakikat nilai secara kesemestaan. Aksiologi pancasila pada hakikatnya sejiwa dengan ontologi dan epistemologinya. Nilai-nilai dalam 3 tingkatan nilai dalam filsafat pancasila yaitu :
1)      Nilai dasar, asas yang sebgaai dalil yag bersifat mutlak, benar dan tidak perlu dipertentangkan yaitu nilai ketuhanan, kemanusiaan, kerakyatan dan keadilan
2)      Nilai instrumental : nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara
3)      Nilai praktis nilai yang dilaksanakan dalam kenyataan yang merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan instrumental tersebut berlaku di masyarakat
(Dikutip dari Filsafat Pendidikan IPS Kontemporer. Septian Aji Permana. 2017 : 17 )

3.      PANCASILA SEBAGAI WELTANSCHAUUNG BANGSA INDONESIA
            Pancasila sebagai weltanschuung adalah nilai-nilai falsafah yang sudah ada sejak lama tertanam kuat dalam kebudayaan masayarakat Nusantara sebagai sistem kebenaran dan sistem keyakinan yang di pegang dan dianut oleh masyarakatnya yang bertebaran di seluruh bumi nusantara. Sistem kebenaran dan keyakinan itu telah di perjuangkan oleh masyarakat Nusantara sehingga harus dibulatkan di dalam hati dan pikiran sebagai sebuah weltanschauung atau pandangan hidup ( way of life ) yang utuh dan resmi bagi indonesia merdeka. Sebuah weltanschauung tidak dapat menjadi kenyataan atau menjadi realteit jika tanpa perjuangan. Sebuah welstanchauung merupakan pandangan hidup dan cita-cita bangsa sehingga bangsa ni harus berjuang dan bekerja mati-matian untuk me-realiteitkan welstanchauung nya tersebut.

            Pancasila sebagai welstanchauung pandangan hidup bangsa harus selalu menjadi sebuah rezim ide dalam perjuangan bersama untuk menghimpun, merangkul dan mensistesikan sebuah sistem semesta yang luas, umum, padu dan utuh dalam kebinekaanya, sehingga harus berjuang dan bekerja mati-matian untuk me realiteitkan weltanschauung nya itu di dalam hidup masyarakat dan bangsa

( Dikutip dari prosiding Kongres Pancasila IV : Penguatan, Sinkronasi, Harmonisasi, Integrasi Pelembagaan dan Pembudayaan Pancasila dalam rangka Memperkokoh Kedaulatan Bangsa. Kerjasama Pusat Studi PancasilaUniversitas Gadjah Mada dan Universitas Pattimura Ambon. 2014 : 50 )


Jadi disimpulkan bahwa pancasila sebagai weltanschauung adalah pancasila sebagai ideoelogi negara, yakni harapan bangsa indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dari sebelumnya. Adalah cita-cita bangsa indonesia menjadikan ideology itu  nyata dalam kehidupan sehari-hari dalam lingkungan masyarakat bangsa indonesia.


4.      PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PANCASILA
            Fungsi pancasila sebgaai landasan pemikiran dan pelaksanaan pendidikan di indonesia danpat dipandang bahwa sudah ada landasan filosofis dalam pendidikan di indonesia, namun secara formal belum belum disebut sebagai dasar filsafat pendidikan karena secara formal memang belum digunakan istilah filsaaft pendidikan dalam sistem pendidikan di indonesia. Namun kalau dikaji lebih mendalam hakikat pancasila sudah mengandung berbagai terminology baik dalam filsafat umum maupun dalam filsafat pendidikan

            Pendidikan di indonesia tidak secara ekspilit menganut aliran filsafat yang mana dan tidak juga mengikuti filsafat pendidikan yang mana, melainkan berpegang dan berpedoman pada pancasila, baik sebagai filsafat bangsa maupun sebagai dasar negara. Namun demikian kalau diadakan analisis terhadap hakikat pancasila tampak bahwa pendidikan di indonesia tidak perlu memilih aliran-aliran filsafat yang ada. Karena pancasila yang di pakai sebagai dasar pendidikan sudah meliputi semua aliran filsafat dan aliran filsafat pendidikan yang ada

            Pancasila sebagai filsafat diyakini sebagai sesuatu yang bersifat universal, sehingga aliran filsafat maupun filsafat pendidikan yang ada di dunia sudah tercakup dalam pancasila,baik dalam keseluruhan pancasila maupun dalam tiap silanya. Dalam menetapkan arti pendidikan, tujuan pendidikan dan materi pendidikan misalnya secara sadar atau tidak paling tidak telah menggunakan filsafat manusia, filsafat logika, filsafat etika, filsafat ilmu dan filsafat pendidikan.

            Meskipun tidak secara ekspilit pancasila ditetapkan sebagai filsafat pendidikan di indonesia, namun dalam kenyataanya pancasila telah ditetapkan sebgaai landasan berfikir pendidikan.Baik dalam bentuk undang-undang maupun dalam praktik penyelenggaraanya.

( Dikutip dari Filsafat Pendidikan. Soegiono, Tamsil Muis. 2012 : 126 )

            Jadi pendidikan dalam filsafat pancasila adalah pancasila itu sendiri, yang mana dalam kehidupan sehari-hari manusia indonesia pancasila dijadikan pedoman atau dasar pijakan untuk memecahkan masalah, dan pancasila juga menjadi kunci utama dalam menentukan kurikulum dalam pendidikan di lembaga pendidikan, yakni kurikulum di lembaga pendidikan harus sejalan dan sesuai dengan dengan sila-sila pancasila karena tujuan pendidikan dan pancasila adalah sama.


SUMBER



Filsafat Pendidikan : Manusia, Filsafat dan Pendidikan. Jalaluddin , Abdullah Idi. Jakarta. Rajawali Pers. 2013

Filsafat Pendidikan : Pengantar Filsafat IPS Kontemporer. Septian Aji Permana. Yogyakarta. Cognitora. 2017

Filsafat Pendidikan. Soegiono, Tamsil Muis. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. 2012

















































  



Komentar

Posting Komentar