MATERI 10-11 KURIKULUM
1. VISI-MISI TUJUAN
VISI
Pengertian Visi telah banyak dirumuskan oleh berbagai ahli, antara lain dikemukakan oleh Hickman dan Silvia. menurutnya visi adalah sebuah perjalanan mental dari yang di ketahui menuju yang tidak diketahui, menciptakan masa depan dari gabungan berbagai fakta sekarang, harapan, impian, bahaya dan peluang. Benny dan nanus menyatakan bahwa visi adalah suatu artikulasi sebuah pandangan mengenai masa depan organisasi yang realistis, dapat dipercaya, dan atraktif. sementara itu Kouzes dan POner mendefinisikan visi sebagai sebuah ideal dan pencitraan unik dari masa depan. sedangkan Pegg merumuskan pengertian visi sebagai suatu tujuan yang dirumuskan secara jelas dan dapat dicapai.
Mencermati berbagai rumusan pengertian visi yang telah dibuat para ahli tersebut, dapat ditemukan beberapa ciri pokok suatu visi, yaitu : (1) tujuan, (2) atraktif, (3) padat, (4) ringkas, (5) jelas, (6) menantang, (7) berorientasi masa depan, (8) masa berlaku relatif panjang
Fungsi visi dalam proses pembentukan, pemberdayaan, dan pengembangan kepemimpinan seorang pemimpin amat penting. merumuskan dan mengkomunikasikan visi merupakan fungsi utama seorang pemimpin. bahkan, Robert L Swiggert menyebutkan bahwa pekerjaan pemimpin adalah menciptakan sebuah visi. secara tegas, Waren Bennis dan Burt Nanus menyatakan bahwa visi merupakan inti dari tanggung jawab setiap pemimpin.dengan suatu rumusan visi tertentu, seorang pemimpin dapat menintegrassikan dan mengarahkan berbagai upaya dari seluruh anggota yangdipimpinnya.
Setelah suatu visi dirumuskan, dipilih, dan ditetapkan oleh seorang pemimpin, kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah sosialisasi visi yang telah ditetapkan tersebut. proses sosialisasi visi perlu dilakukan dalam suatu komunikasi yang dialogis, pastisipatif, dan efektif. tujuan dari sosialisasi visi adalah untuk membangun dan mendorong suatu komitmen dari seluruh anggota organisasi atau seluruh orang yang di pimpinnya atas suatu visi yang telah dipilih dan ditetapkan tersebut. Kauzes dan Posner menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi visi merupakan suatu tahapan yang paling kritis bagi setiap pemimpin di dalam melaksanakan tanggung jawab kepemimpinannya
MISI
yaitu menjadikan kurikulum yang pembelajarannya berkopetensi serta karakter siswa yang berisikan perpaduan keterampilan dan sikap yang dapat di demontrasikan di depan kelas mengacu pada UU No. 20 tahun 2003 yang menyatakan kurikulum itu sendiri harus bertujuan untuk kelangsungan pendidikan nasional yang mengarahkan siswa dapat menerapkan ilmunya pada masa yang akan datang
2. ANALISIS SISWA TENTANG PENGETAHUAN SIKAP
analisis dilakukan untuk pencapaian pengetahuan merupakan bagian dari ilai pendidikan. tentang standar penilaian pendidikan merupakan proses pendidikan pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian kkompetensi diri, mental, atau spiritualitas, untuk mendapatkan nilai-nilai yang autentik serta nilai pribadi dan penilaian natara polio ataupun tujuan itu dilakukan untuk menganaisis mentensis dan mengeevaluasi. penilaian kopetensi keterampilan yang dilakukan terhaadap peserta didik untuk menilai sejauh mana keterampilan untuk anak didik dilakukan apakah lulusan anak didik tersebut memiliki kualifikasi kemampuan berkifir dan tidnakan efektif dalam nilai abstrak cakupan nilai keterampilan itu adalah caramenyaji, mengolah dan menalar
3. DESAIN STRUKTUR KURIKULUM
suatu desain kurikulum meliputi dan merupakan suatu proses pengembangan kurikulum yang di awali perencanaan yang dilanjutkan validasi, implementasi dan evaluasi. proses pengembangan tersebut bersifat menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan menurut Saylor mengajukan delapan prinsip sebagai acuan dalma mendesain kurikulum.
2. ANALISIS SISWA TENTANG PENGETAHUAN SIKAP
analisis dilakukan untuk pencapaian pengetahuan merupakan bagian dari ilai pendidikan. tentang standar penilaian pendidikan merupakan proses pendidikan pengumpulan dan pengelolaan informasi untuk mengukur pencapaian kkompetensi diri, mental, atau spiritualitas, untuk mendapatkan nilai-nilai yang autentik serta nilai pribadi dan penilaian natara polio ataupun tujuan itu dilakukan untuk menganaisis mentensis dan mengeevaluasi. penilaian kopetensi keterampilan yang dilakukan terhaadap peserta didik untuk menilai sejauh mana keterampilan untuk anak didik dilakukan apakah lulusan anak didik tersebut memiliki kualifikasi kemampuan berkifir dan tidnakan efektif dalam nilai abstrak cakupan nilai keterampilan itu adalah caramenyaji, mengolah dan menalar
3. DESAIN STRUKTUR KURIKULUM
suatu desain kurikulum meliputi dan merupakan suatu proses pengembangan kurikulum yang di awali perencanaan yang dilanjutkan validasi, implementasi dan evaluasi. proses pengembangan tersebut bersifat menyeluruh dan dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan menurut Saylor mengajukan delapan prinsip sebagai acuan dalma mendesain kurikulum.
- desain kurikulum harus memudahkan dan mendorong seleksi serta pengembangan semua jenis pengalmaan belajar yang esensial bagi pencapaian prestasi belajar sesuai hasil yang di terapkan
- desain membuat berbagai pengalaman belajar yang bermakna dalma rangka menrealisasikan tujuan pendidikan khussusnya bagi kelompok siswa yang belajar dnegan bimbingan guru
- desain harus memungkinkan peluang bagi guru untuk menggunakan prinsip bejaar dan memilih , membimbing dan mengembangkan berbgaia kegiatan belajar di sekolah
- desain harus memungkinkan guru untuk menyesuaikan pengalaman dengan kebutuhan kapasitas dan tingkat kematangan siswa
- desain harus mendoorong guru mempertimbangkan berbagai pengaman dari belajar anak yang diperoleh diluar sekolah dan mengaitkannya dengan kegiatan belajar di skeolah
- desain harus menyediakan pengalaman belajar yang berkesinambungan agar keiatan belajar siswa berkembang sejlaan dengan prkembangan terdahulu dan terus berlanjut pada pengalaman berikutnya
- kurikulum harus di desain agar dapat mebantu siswa mengembangkan watak, kepribadian, pengalaman dan nilai demokrasi yang menjiwai kultur
- desain kurikulum hars realistis , layak dan dapat diterima
SUMBER
Dasar Pengembangan Kurikulum. Oemar Hamalik. Bandung. PT Remaja Rosdakarya. 2013
Perencanaan Pembelejaran. Amirudin. Yogyakarta. Parama Ilmu. 2016
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mulyasa. Bandung. PT Reaja Rosdakarya. 2011
Komentar
Posting Komentar